Rapuh. Mungkin hati ini pernah dalam keadaan yang sangat rapuh. Untuk menyadari kenyataan pun aku tak sanggup.
Memulai segalanya dengan orang baru bagiku bukan inginku
lagi. Aku ingin semua yang sudah kita bangun hanya tinggal kita jaga, kita
pertahankan, dan kita perjuangkan. Tapi bagaimana jika sesuatu yang sudah kita
bangun malah kau hancurkan? Padahal untuk memulainya saja aku singkirkan rasa
takutku, hingga akhirnya aku berharap dan percaya mungkin bersama denganmu
adalah akhir dari kisah cintaku. Namun apa yang kau lakukan? Kau hancurkan
segalanya, bahkan kau hancurkan harapanku dan rasa percayaku. Bukan seperti itu
yang aku mau sayang.
Hancur. Mungkin hati ini pernah dalam keadaan yang sangat hancur. Untuk membuka hatipun aku tak mampu.
Hingga akhirnya aku menyadari, ini semua bukan sepenuhnya salahmu
tapi salahku juga yang terlalu menggantungkan harapanku yang tidak sedikit itu padamu.
Namun ternyata harapan itu tak bisa menjadi nyata, dan betapa kecewanya aku
karna harapan yang sudah aku buat tak sesuai dengan kenyataan hidupku.
Kecewa. Mungkin hati ini pernah dalam keadaan yang sangat kecewa. Untuk mempercayai sesuatu lagipun aku tak bisa.
Setelah beberapa pekan kepergian darimu, akupun mencoba
membenahi hati yang rapuh dan hancur oleh rasa kecewa. Mencoba untuk bahagia
kembali diatas harapan yang musnah. Mencoba untuk percaya kembali diatas
keingkaran yang pernah ada. Dan mencoba untuk lebih sabar diatas keikhlasan
yang mulai menipis. Sulit bagiku mengikhlaskan sesuatu yang pergi dan pernah
menjadi bagian dari hidupku. Namun mengikhlaskan kepergianmu sudah harus aku
lakukan. Aku tak bisa terus-menerus menangisimu, menangisi kenangan kita. Aku harus
kembali menjadi AKU yang dulu sebelum aku bersama denganmu.
Terimakasih untuk rasa yang pernah ada...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar