![]() |
| "LDR" - http://google.com |
Rindu. Tidakkah kau mengetahui bahwa aku merindukanmu.
Merindukan sosok dirimu yang saat ini jauh dari pandangan mataku, yang
jauh dari dekapan tanganku, yang jauh dari genggaman jemariku.
Aku rindu akan hadirnya dirimu untukku. Mendengar tawa
candamu. Melihat senyum dibibirmu. Merasakan kasih sayangmu pada setiap
kebersamaan kita. Kebersamaan yang selalu kita harapkan dan nantikan.
Kita tau jarak ini hanya sementara. Lagipula kita masi
dapat bertukar obrolan dan bahkan dapat bertemu meskipun hanya lewat
video call. Tapi kita masi dapat saling menyapa dan bercerita. Kita masi
dapat bersenda gurau meskipun tak dapat dilakukan secara langsung. Yang
pasti kita mempunyai banyak cara untuk bertatap muka, meskipun terpisah
oleh jarak ribuan kilometer.
Hubungan kita lebih rentan untuk punyai masalah. Apalagi
aku dan kamu yang selalu disibukkan dengan kegiatan masing-masing, yang
terkadang harus menahan rindu, menahan keluh kesah atau bahkan sekedar
menahan sebuah cerita bila salah satu diantara kita tidak dapat bertegur
sapa. Bahkan tak jarang kita sampai menahan kantuk demi menunggu sebuah kabar atau demi melanjutkan
obrolan yang kian malam kian seru.
Rasa jenuh pun pasti sering menghampiri diantara kita.
Jenuh karna jarak temu antara kita sangatlah jauh. Melihat pasangan lain
bersama sedangkan kita berjalan sendiri, adalah hal yang sering membuat
kita iri. Iri akan sebuah kebersamaan yang ada.
"Kamu dimana? Kamu lagi sama siapa sampai lupa kabarin aku?"
Rasa curiga pun adalah perasaan yang paling sering kita
rasakan. Curiga bila tak ada kabar yang kita sempatkan. Cemburu bila
rasa curiga itu semakin dalam. Dan hingga akhirnya rasa tak percaya pun
ikut bermunculan. Alasan yang kamu berikan kadang tak cukup kuat untuk
meyakinkan hatiku yang sedang dilanda curiga dan cemburu.
Jarak. Satu kata yang memisahkan kita. Namun dapat dihubungkan dengan sebuah perasaan yang bernama cinta.
Tidak ada yang terlalu sulit sebenarnya, bila kita saling
memperjuangkan dan mempertahankan hubungan kita. Serta tak ada
keterpaksaan antara kita berdua. Semua akan berjalan tak sesulit yang
kita bayangkan. Meskipun memang semua bukanlah hal yang mudah.
Inilah kita. Inilah perjuangan kita. Jika kita mampu untuk
bertahan, semua pasti akan lebih bahagia seperti harapan kita diawal
hubungan, menyatukan yang memang seharusnya dipersatukan. Dan biarkanlah
Tuhan yang menilai sejauh mana perjuangan yang kita lakukan.
Kita yang terpisahkan oleh jarak ribuan kilometer.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar