Rabu, 20 April 2016

Aku, Kamu, dan Jarak Kita

"LDR" - http://google.com

Rindu. Tidakkah kau mengetahui bahwa aku merindukanmu. Merindukan sosok dirimu yang saat ini jauh dari pandangan mataku, yang jauh dari dekapan tanganku, yang jauh dari genggaman jemariku.

Aku rindu akan hadirnya dirimu untukku. Mendengar tawa candamu. Melihat senyum dibibirmu. Merasakan kasih sayangmu pada setiap kebersamaan kita. Kebersamaan yang selalu kita harapkan dan nantikan.
Kita tau jarak ini hanya sementara. Lagipula kita masi dapat bertukar obrolan dan bahkan dapat bertemu meskipun hanya lewat video call. Tapi kita masi dapat saling menyapa dan bercerita. Kita masi dapat bersenda gurau meskipun tak dapat dilakukan secara langsung. Yang pasti kita mempunyai banyak cara untuk bertatap muka, meskipun terpisah oleh jarak ribuan kilometer.

Hubungan kita lebih rentan untuk punyai masalah. Apalagi aku dan kamu yang selalu disibukkan dengan kegiatan masing-masing, yang terkadang harus menahan rindu, menahan keluh kesah atau bahkan sekedar menahan sebuah cerita bila salah satu diantara kita tidak dapat bertegur sapa. Bahkan tak jarang kita sampai menahan kantuk demi menunggu sebuah kabar atau demi melanjutkan obrolan yang kian malam kian seru.

Rasa jenuh pun pasti sering menghampiri diantara kita. Jenuh karna jarak temu antara kita sangatlah jauh. Melihat pasangan lain bersama sedangkan kita berjalan sendiri, adalah hal yang sering membuat kita iri. Iri akan sebuah kebersamaan yang ada. 

"Kamu dimana? Kamu lagi sama siapa sampai lupa kabarin aku?"

Rasa curiga pun adalah perasaan yang paling sering kita rasakan. Curiga bila tak ada kabar yang kita sempatkan. Cemburu bila rasa curiga itu semakin dalam. Dan hingga akhirnya rasa tak percaya pun ikut bermunculan. Alasan yang kamu berikan kadang tak cukup kuat untuk meyakinkan hatiku yang sedang dilanda curiga dan cemburu.

Jarak. Satu kata yang memisahkan kita. Namun dapat dihubungkan dengan sebuah perasaan yang bernama cinta.

Tidak ada yang terlalu sulit sebenarnya, bila kita saling memperjuangkan dan mempertahankan hubungan kita. Serta tak ada keterpaksaan antara kita berdua. Semua akan berjalan tak sesulit yang kita bayangkan. Meskipun memang semua bukanlah hal yang mudah.

Inilah kita. Inilah perjuangan kita. Jika kita mampu untuk bertahan, semua pasti akan lebih bahagia seperti harapan kita diawal hubungan, menyatukan yang memang seharusnya dipersatukan. Dan biarkanlah Tuhan yang menilai sejauh mana perjuangan yang kita lakukan.


Kita yang terpisahkan oleh jarak ribuan kilometer.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar