Ketika jarak, waktu dan masa memisahkanmu dari ibumu.
Adakah dirimu selalu merindukan sosok ibumu yang dulu selalu menemanimu,
mendengarkan segala keluh kesahmu?
Kamu adalah yang selalu disebut dalam doa seorang wanita
yang kini terpisah jauh darimu. Ya wanita yang sudah tidak muda lagi.
Yang kini terlihat banyak kerutan pada wajahnya, pada kulitnya. Rasa
lelah terlihat pada garis wajahnya yang basah oleh air wudhu. Dia wanita
yang selalu menunggumu pulang, yang selalu ingin melihat senyum darimu.
Tidakkah kau mengetahuinya?
Dalam doa wanita ini selalu meminta yang terbaik untuk dirimu. Meminta agar kelancaran selalu bersama dengan segala usaha yang selalu kau kerjakan. Sesekali air mata berlinang dipipinya. Berharap agar doanya
selalu didengar oleh Sang Maha Penentu Takdir. Doa penuh keikhlasan
selalu terlontar dari bibirnya. Tak peduli seberapa banyak kamu
melupakannya atau menyakiti hatinya. Yang dia tau hanyalah sangat besar
rasa sayang dan cintanya kepadamu.
Wanita itu adalah ibumu. Ibu yang sudah
melahirkanmu, yang sudah membesarkanmu dengan penuh keikhlasan dan
harapan yang sangat besar. Agar ketika kamu besar, kamu bisa menjadi orang yang lebih baik dari dirinya.
Rindu ini selalu menjadi milikmu dan milikku, ibu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar