Kamis, 25 Mei 2017

K E C E W A.

Kurasakan kecewa pada dirimu. Laki-laki yang kuharapakan bisa membahagiakanku, nyatanya malah sebaliknya. Kau memang selalu mempertahankanku, namun kurasakan keraguan pada dirimu. Untuk apa selalu mempertahankanku? Padahal usaha yang kau lakukan bukan untukku.

Kau bilang kau cinta aku. Namun kutau hatimu bukan untuk aku. Kau bilang masa depanmu aku. Namun kutau kau ragu untuk bersama aku.

Usahaku untuk selalu membahagiakanmu seperti debu bagimu. Kau rasakan, namun kau hilangkan. Dan rasa cinta yang selalu kau bilang padaku seperti angin. Dapat kurasakan, namun tak dapat kulihat dan kupegang.

Sudahlah bila tak berniat membahagiakanku setidaknya jangan menyakitiku. Menyakiti hanya akan membuatku semakin kecewa denganmu.

Ya aku memang mencintaimu, tapi bukan berarti dirimu dapat seenaknya mempermainkan perasaanku. Karna akupun punya pilihan, berhenti berharap atau melihatmu merubah sikap dan benar-benar melanjutkan masa depan bersamaku.

Minggu, 16 April 2017

Rindu (2)

Lewat rindu aku dapat bertemu dengan rasa sabar. Bertatap dengan sebuah harapan agar rindu tak berubah menjadi keegoisan.

Tiap detik aku menunggu kabar darimu. Menghitung hari berharap sebuah pertemuan diantara kita. Dan menjadikanmu salah satu doa dalam setiap inginku, agar Tuhan tau aku tak pernah main-main menginginkanmu.

Karena inginku selalu dekat denganmu. Dan tak ada lagi jarak yang menghalangi kita.

Minggu, 09 April 2017

B I M B A N G

Aku sudah melangkah terlalu jauh
Untuk berbalik arah pun rasanya sulit
Kemana aku harus pergi?
Haruskah aku menjauh, atau berbalik untuk mendekat?

Tangan ini menjadi kaku
Rasanya tak dapat lagi menggengam tangamu
Kekecewaan menjadikanku seperti ini
Aku belum bisa memaafkanmu

Aku seperti orang yang jahat
Menyakitimu bagai dosa yang tak termaafkan
Aku tertunduk lemas
Mengapa aku seperti ini?

Aku mencintaimu
Seperti daun yang mencintai embun
Tapi rasanya aku harus pergi
Aku tak mau menyakitimu lebih dalam lagi

Tapi disaat aku mulai beranjak pergi
Kamu menarik tanganku
Memeluk erat tubuhku
Sesak, aku sesak
Aku ingin menangis sekencang-kencangnya
Tapi aku malu
Aku malu dengan perlakuanku kepadamu

Maafkan aku yang mulai tak peduli akanmu
Akupun bingung
Jika aku kembali, aku pasti menyakitimu lagi
Namun jika aku pergi, aku lebih menyakitimu
Kemana aku harus melangkah?

Sabtu, 08 April 2017

K E M B A L I.

Aku berlari mengejar dirimu
Namun kau nampak tak dapat kukejar
Hingga perlahan kaupun menghilang
Entah kemana
Hanya tersisa bayangmu yang semakin lama semakin memudar

Mengapa kau begini?
Pergi seenak hati tanpa tau bagaimana jadinya perasaanku
Mengabaikanku, seakan aku tak pernah berharga dimatamu
Menyisakan sedikit bayangmu pun kau tidak

Kenangan itu menusuk hati bila aku mengingatnya
Membuat otakku berhenti berfikir, kemudian kembali pada masa itu
Sakit, kepala aku sakit karna berusaha untuk tak mengingatnya
Aku menahan diri, namun kenangan itu lebih kuat dari yang kubayangkan
Aku kalah

Aku ingin menyerah
Namun hati ini berkata jangan
Aku lelah
Namun perasaan ini menolak untuk menghentikan langkahku

Menolehlah kearahku
Aku menunggu kau untuk menatapku lagi
Aku menunggu mata kita saling berpandangan lagi
Aku menunggu bibirmu tersenyum padaku lagi
Aku menunggu tanganmu yang menggenggam erat tanganku lagi
Aku menunggu tubuh ini untuk kau peluk lagi
Aku menunggu kau untuk kembali

Dalam gelap.

Dalam gelap aku bertanya
Adakah seseorang yang bisa membawaku menuju cahaya terang?
Karna aku tak sanggup berjalan dalam gelap
Aku takut.

Dalam kesendirian aku bertanya
Adakah seseorang yang bisa membawaku menuju keramaian?
Karna aku tak tau arah untuk menuju kesana
Aku bingung.

Aku yang sendiri ini merasa gelap selalu menghantui
Membuatku tak dapat melihat apapun
Tak dapat menggapai apapun yang aku inginkan
Hanya diam, dan banyak berharap

Aku tidak takut dalam kesendirian
Aku hanya takut gelap
Gelap ini yang menghalangiku
Gelap ini yang membuatku tak dapat berbuat apa-apa

Miris rasanya.

Hujan.

Rintik hujan malam ini seperti mewakilkan perasaanku padamu
Perasaan bernama rindu yang tak bisa terhitung jumlahnya
Banyak, seperti tetesan air hujan
Bila tetesan air hujan membasahi bumi
Sedangkan rasa rinduku membasahi hati yang diselimuti oleh bayang akan dirimu

Kamis, 30 Maret 2017

Cinta dan masa lalumu.

Kamu bilang kamu cinta aku
Nyatanya masih dia yang selalu ada dalam anganmu
Kamu bilang kamu peduli padaku
Nyatanya masih dia yang kau cari keadaannya
Kamu bilang kamu memperjuangkan aku
Nyatanya masih dia yang kau ingat sebelum dan sesudah tidurmu

Aku mencoba bertahan
Namun sesak dalam dada bila aku mengingat semua yang terjadi
Aku mencoba untuk melepas pelukanmu
Namun pelukanmu semakin erat

Aku harus bagaimana?
Sementara kamu tak ingin aku untuk pergi
Padahal aku semakin sakit bila menyadari bukan aku yang selalu kau ingat

Ceritaku yang selalu kamu abaikan

Bila bukan aku yang ingin kau jadikan masa depan, pergilah ~
Lepaskanlah gengaman tanganmu
Biarkan aku pergi dan menemui masa depanku yang sesungguhnya

Senin, 20 Maret 2017

Cerita cinta.

Cerita cinta kita hari ini kelak akan jadi hal yang sangat kita rindukan atau bahkan jadi hal yang sangat tidak ingin kita ingat lagi.

Jatuh cinta dalam diam.

Aku tidak pernah bisa memilih untuk menjatuhkan hatiku pada siapa. Namun yang aku rasakan bila berada didekatmu, aku merasa tenang. Bahkan hanya melihat senyuman atau mendengar tawa yang keluar dari bibirmu, aku merasa bahagia.

Kamu selalu menjadi orang pertama yang mengetahui ceritaku. Sedih, senang, kesal, bahagia selalu kuceritakan padamu. Hingga saat aku merasa patah hatipun kamu rela menjadi orang yang menghapus air mataku. Padahal bukan kamu yang membuatku menangis. Raut wajah bahagiaku tak sedikit yang dilihat olehmu. Baik dan buruknya sifatku,sampai bodohnya kelakuanku pun selalu menjadi ceritamu yang kamu ceritakan bila aku sedang dilanda kegundahan.

Bisakah kita lebih dari ini? Ah, pertanyaan bodoh ini selalu terbesit dalam pikiranku. Padahal aku sudah tau jawabannya tidak mungkin. Aku tidak mau perasaan lebih ini malah menjadi tembok yang menghalangi kedekatan kita lagi.

Mungkin jatuh cinta dalam diam adalah yang bisa aku lakukan.  Yaa. Aku jatuh cinta padamu, sahabatku.

Sabtu, 18 Maret 2017

Keegoisan.

Ada yang rela terlihat baik-baik saja demi menutupi rasa sakit yang menyiksa.

Kamu pikir kita baik-baik aja? Engga! Kita hanya sepasang kekasih yang bertahan karna tidak berani mengambil resiko setelah kita berpisah nanti. Kita bertahan karna menyayangkan hubungan yang tidak sebentar ini. Nyatanya, pikiran kita terbagi dua antara bertahan atau meninggalkan.

Rasa sayang yang dulu ada semakin lama telah terganti oleh rasa egois yang kita miliki. Aku mau kita yang seperti biasa, tapi kamu mulai menjadi orang yang berbeda. Aku tidak mengerti dengan kamu yang sekarang. Entah kamu yang mulai berbeda ataukah ini sifat asli kamu.

Kamu yang sekarang seolah ingin menjadikan aku seseorang yang kamu mau. Jika aku tidak menuruti, kamu berubah jadi orang yang kasar. Aku diam, kamu marah. Aku banyak bicara, kamu pura-pura tak mendengar. Tapi aku yakin ini bukan kamu.

Aku ingin mempertahankan kita. Namun kamu semakin merenggangkan genggaman tanganku. Dan jika aku mulai berjalan pelan, kamu malah menggenggam erat kembali tanganku. Aku mulai tak bisa membaca inginmu. Sementara langkah kakiku mulai berjalan lebih lambat dari langkahmu.

Bisakah kita mengalahkan keegoisan kita?

Kamis, 09 Maret 2017

Tentang Harapan.

Langkah ini terlalu rapuh
Perasaan ini terlalu hampa
Dalam sepi, aku mencari jawaban
Tapi semua menghilang ketika senja datang
Gelap malampun menghalangi pandanganku
Namun cahaya bintang menuntun langkahku

Hey, katakanlah padaku
Kemana aku harus melangkah?
Meskipun itu sangat jauh
Dan meskipun aku akan hancur
Aku akan menunggu pada nasib baik
Karena ini adalah takdir

Lihat, aku yang kecil ini bahkan tidak sanggup berbicara
Gelombang ombak didepanku mengaum keras
Tapi aku yakin lautan ini akan membelah, memberiku jalan

Puncak bukit menjalari hawa dingin
Dan aku berjalan dengan kaki telanjang
Kemudian kau datang memberikan kehangatan
Akankah kau mendukungku?
Karena saat ini kau berada disampingku

Aku yang tercipta untuk selalu sendiri
Tapi nyatanya aku masih bisa bertemu denganmu
Kau yang sangat mengenalku
Melebihi dari siapapun

Aku akan bangkit dan menghadapi
semuanya
Semua hal besar dan kesalahan fatal
Karena ketika bersamamu
Aku menjadi semakin kuat
Semua itu bukan hal besar yang harus aku takutkan

Hey, aku tidak ingin kehilanganmu
Sampai hari itu tiba
Ketika sinar mampu menghapus awan gelap
Aku tidak akan mengatakan selamat tinggal
Ketika terbentang banyak jalan didepanku

Hingga saat itu tiba
Aku akan mengingat harapan ini
Perjalanan yang kita lalui bersama
Akan menjadi bukti kebersamaan kita
Karena kita selalu satu
Dan mencoba menceritakan tentang apa yg kita capai

Didepan akan ada ombak yang kembali berteriak
Namun kita akan menghadapi semua kesulitan ini
Bahkan menghadapinya dengan senyuman

Aku percaya
Kita pasti bisa menjadi kuat
Karena perasaan kita adalah satu
Kita pasti bisa menjadi kuat.



(Prima - 09 Maret 2017)

Senin, 06 Maret 2017

Rasa itu.

Pada akhirnya aku mulai menyadari, mungkin memang aku tak bisa jauh darimu. Ketika dirimu menjauh, namun saat itu pula aku ingin berjalan mendekat. Ada rasa kehilangan dan sesak di dada ketika kita tak saling menyapa. Lantas mengapa aku harus merasakan hal seperti ini?

... Penyesalanku

Tuhan yang maha baik, bisakah hamba meminta untuk mengulang waktu yang telah berlalu?

Hamba ingin memperbaiki kesalahan yang telah hamba perbuat, mengganti semua dengan perlakuan yang benar.
Hamba menyesal Tuhan. Hamba telah menyia-nyiakan kesempatan yang ada, menggampangkan pekerjaan hamba, menyakiti orang-orang yang berada disekitar hamba,dan yang paling sering hamba lakukan adalah pura-pura tidak memdengar panggilan-Mu Tuhan. Hamba pun sering tidak bersyukur, padahal Engkau selalu mencukupi kebutuhan hamba, memberikan yang selalu hamba butuhkan.

Hamba memang bukan seseorang yang pandai memanfaatkan waktu yang ada, malah berlaku egois seakan dunia adalah segalanya.
Kini yang ada hanya penyesalan dalam diri ini, menyesal karna menyadari waktu yang berputar sangat cepat seperti senja yang berganti malam.


Maafkan hamba-Mu ini, Tuhan. ☹