Minggu, 16 April 2017

Rindu (2)

Lewat rindu aku dapat bertemu dengan rasa sabar. Bertatap dengan sebuah harapan agar rindu tak berubah menjadi keegoisan.

Tiap detik aku menunggu kabar darimu. Menghitung hari berharap sebuah pertemuan diantara kita. Dan menjadikanmu salah satu doa dalam setiap inginku, agar Tuhan tau aku tak pernah main-main menginginkanmu.

Karena inginku selalu dekat denganmu. Dan tak ada lagi jarak yang menghalangi kita.

Minggu, 09 April 2017

B I M B A N G

Aku sudah melangkah terlalu jauh
Untuk berbalik arah pun rasanya sulit
Kemana aku harus pergi?
Haruskah aku menjauh, atau berbalik untuk mendekat?

Tangan ini menjadi kaku
Rasanya tak dapat lagi menggengam tangamu
Kekecewaan menjadikanku seperti ini
Aku belum bisa memaafkanmu

Aku seperti orang yang jahat
Menyakitimu bagai dosa yang tak termaafkan
Aku tertunduk lemas
Mengapa aku seperti ini?

Aku mencintaimu
Seperti daun yang mencintai embun
Tapi rasanya aku harus pergi
Aku tak mau menyakitimu lebih dalam lagi

Tapi disaat aku mulai beranjak pergi
Kamu menarik tanganku
Memeluk erat tubuhku
Sesak, aku sesak
Aku ingin menangis sekencang-kencangnya
Tapi aku malu
Aku malu dengan perlakuanku kepadamu

Maafkan aku yang mulai tak peduli akanmu
Akupun bingung
Jika aku kembali, aku pasti menyakitimu lagi
Namun jika aku pergi, aku lebih menyakitimu
Kemana aku harus melangkah?

Sabtu, 08 April 2017

K E M B A L I.

Aku berlari mengejar dirimu
Namun kau nampak tak dapat kukejar
Hingga perlahan kaupun menghilang
Entah kemana
Hanya tersisa bayangmu yang semakin lama semakin memudar

Mengapa kau begini?
Pergi seenak hati tanpa tau bagaimana jadinya perasaanku
Mengabaikanku, seakan aku tak pernah berharga dimatamu
Menyisakan sedikit bayangmu pun kau tidak

Kenangan itu menusuk hati bila aku mengingatnya
Membuat otakku berhenti berfikir, kemudian kembali pada masa itu
Sakit, kepala aku sakit karna berusaha untuk tak mengingatnya
Aku menahan diri, namun kenangan itu lebih kuat dari yang kubayangkan
Aku kalah

Aku ingin menyerah
Namun hati ini berkata jangan
Aku lelah
Namun perasaan ini menolak untuk menghentikan langkahku

Menolehlah kearahku
Aku menunggu kau untuk menatapku lagi
Aku menunggu mata kita saling berpandangan lagi
Aku menunggu bibirmu tersenyum padaku lagi
Aku menunggu tanganmu yang menggenggam erat tanganku lagi
Aku menunggu tubuh ini untuk kau peluk lagi
Aku menunggu kau untuk kembali

Dalam gelap.

Dalam gelap aku bertanya
Adakah seseorang yang bisa membawaku menuju cahaya terang?
Karna aku tak sanggup berjalan dalam gelap
Aku takut.

Dalam kesendirian aku bertanya
Adakah seseorang yang bisa membawaku menuju keramaian?
Karna aku tak tau arah untuk menuju kesana
Aku bingung.

Aku yang sendiri ini merasa gelap selalu menghantui
Membuatku tak dapat melihat apapun
Tak dapat menggapai apapun yang aku inginkan
Hanya diam, dan banyak berharap

Aku tidak takut dalam kesendirian
Aku hanya takut gelap
Gelap ini yang menghalangiku
Gelap ini yang membuatku tak dapat berbuat apa-apa

Miris rasanya.

Hujan.

Rintik hujan malam ini seperti mewakilkan perasaanku padamu
Perasaan bernama rindu yang tak bisa terhitung jumlahnya
Banyak, seperti tetesan air hujan
Bila tetesan air hujan membasahi bumi
Sedangkan rasa rinduku membasahi hati yang diselimuti oleh bayang akan dirimu